Prediksi Pemenang Oscars 2019

Jelang penyelenggaraan ke-91, Oscar berusaha sekuat tenaga menyelamatkan rating siaran televisi yang tahun kemudian menyentuh titik nadir. Berbagai hal dilakukan, termasuk beberapa langkah menggelikan menyerupai tawaran kategori “Best Popular Film”, sampai perjuangan memangkas durasi yang mendekati empat jam dengan hanya memberi kawasan pada dua dari lima nominasi Best Original Song untuk dimainkan (Shallow dan All the Stars), serta mengumumkan pemenang empat kategori (Best Cinematography, Best Live Action Short, Best Film Editing, Best Makeup and Hairstyling) di tengah jeda iklan. Beruntung, formasi kontroversi di atas kesudahannya batal terjadi.

Berkat penambahan juri-juri dari luar Amerika, Oscar 2019 menjadi  saksi kejayaan film-film asing. Di luar kategori Best Foreign Language Film, Roma (Meksiko) selaku kandidat berpengaruh peraih film terbaik memperoleh sembilan nominasi, Cold War (Polandia) mendapat dua nominasi, sementara Never Look Away (Jerman) dan Border (Swedia) masing-masing satu. Secara total, Roma bersama The Favourite jadi pemilik nominasi terbanyak, yakni sepuluh. Disusul A Star is Born dan Vice yang sama-sama mengumpulkan delapan nominasi.

Seperti biasa, saya akan memberi prediksi (Will Win) mengenai pemenang di tiap kategori kecuali tiga kategori film pendek, juga siapa yang akan saya pilih jikalau saya yaitu juri Oscar (Should Win). Berikut selengkapnya.

BEST VISUAL EFFECTS
Apakah Oscar bakal melewatkan kesempatan memberi penghargaan bagi film ketiga sepanjang masa yang berhasil mengumpulkan $2 milyar? Tentu tidak. Ditambah kualitas mo-cap kelas satu, Marvel Studios kesudahannya bakal membawa pulang piala.
Will Win: Avengers: Infinity War
Should Win: Avengers: Infinity War

BEST FILM EDITING
Hank Corwin (Vice) yang sekali lagi berhasil menghidupkan penceritaan liar Adam McKay sesudah The Big Short dan Yorgos Mavropsaridis (The Favourite) paling pantas memenangkan piala. Tapi kemenangan John Ottman (Bohemian Rhapsody) pada American Cinema Editors Award bakal menciptakan persaingan memanas. Pun lima nominasi yang didapat menunjukan betapa cintanya juri Oscar berkaraoke menyanyikan lagu Queen di bioskop.
Will Win: Bohemian Rhapsody
Should Win: Vice

BEST COSTUME DESIGN
Sandy Powell (The Favourite) terang paling berpeluang mengingat kecintaan Oscar pada kostum period drama. Tapi karya Ruth E. Carter di Black Panther yang menyatukan ragam kultur Afrika dengan begitu indah, pantas dirayakan.
Will Win: The Favourite
Should Win: Black Panther

BEST MAKEUP AND HAIRSTYLING
Di antara tiga nominasi, gres Vice yang saya tonton, sehingga tidak ada jagoan khusus di kategori ini. Pun riasan yang dikenakan Christian Bale memang pantas menyabet piala.
Will Win: Vice
Should Win: -

BEST CINEMATOGRAPHY
Oscar 2019 bakal jadi tahunnya sinematografi hitam-putih. Alfonso Cuaron (Roma) dan Lukasz Zal (Cold War) memang menghadirkan dua film terindah sepanjang tahun.
Will Win: Roma
Should Win: Roma
BEST PRODUCTION DESIGN
Kategori ini jadi pertarungan antara kemewahan berkilau kurun pertengahan (The Favourite) melawan kekayaan budaya Afrika (Black Panther). Tapi melihat bagaimana komposisi dekorasi di tiap sudut kerajaan, rasanya pemenang sudah bisa ditentukan.
Will Win: The Favourite
Should Win: The Favourite

BEST SOUND MIXING
Tidak ada yang menandingi bagaimana First Man bermain-main dengan gemuruh dan kesunyian secara simultan, namun kemenangan di Cinema Audio Society Awards akan melapangkan jalan Bohemian Rhapsody. Ditambah seringnya juri Oscar kebingungan mendefinisikan dua kategori tata suara, bakal mendorong mereka memenangkan film yang tak terlalu subtil dalam penataannya.
Will Win: Bohemian Rhapsody
Should Win: First Man

BEST SOUND EDITING
First Man yang tadinya dijagokan makin kehilangan popularitas, terlebih pasca kemenangan A Quiet Place dan Bohemian Rhapsody pada Motion Picture Sound Editors Awards. Sekali lagi, mari berpatokan pada kurang mampunya juri Oscar mendefinisikan tata suara. A Quiet Place selaku film yang mengedepankan bunyi terang punya peluang terbesar.
Will Win: A Quiet Place
Should Win: First Man

BEST ORIGINAL SONG
Tidak ada kompetisi di sini. Shallow bakal berjaya, meski rasanya akan menyenangkan juga bila When a Cowboy Trades His Spurs for Wings yang indah itu memberi kejutan.
Will Win: Shallow
Should Win: Shallow

BEST ORIGINAL SCORE
Keberhasilan Ludwig Göransson mengangkat musik tradisional Afrika semestinya cukup untuk menjadikannya pemenang, namun belakangan derma bagi Nicholas Britell (If Beale Street Could Talk) makin tinggi. Pertanyaannya, “Berapa banyak juri Oscar sudah menonton film terbaru Berry Jenkins itu?”. Kemenangan di Grammy Awards bakal makin mendongkrak pamor musik Ludwig Göransson.
Will Win: Black Panther
Should Win: Black Panther

BEST DOCUMENTARY – FEATURE
Saya gres menonton Free Solo, dan rasanya film karya Elizabeth Chai Vasarhelyi dan Jimmy Chin memang bakal pulang dengan kemenangan, meski RBG siap mengejutkan.
Will Win: Free Solo
Should Win: -

BEST FOREIGN LANGUAGE FILM
Tidak ada kontes di sini. Mustahil Roma yang meraih nominasi Best Picture bakal kalah di kategori (yang semestinya menyertakan Burning di daftar nominasi) ini.
Will Win: Roma
Should Win: Roma

BEST ANIMATED FEATURE FILM
Secara personal, Mirai jadi film yang paling saya cintai di sini. Tapi pencapaian visual serta penceritaan Spider-Man: Into the Spider-Verse yang berani mendobrak batasan memang perlu dianugerahi piala.
Will Win: Spider-Man: Into the Spider-Verse
Should Win: Spider-Man: Into the Spider-Verse

BEST ADAPTED SCREENPLAY
Can You Ever Forgive Me? berhasil pulang dengan kemenangan di Writers Guild Awards, dan seketika melambungkan peluangnya, menyusul BlackKklansman. Tapi saya amat menyukai naskah A Star is Born yang sanggup memperbaiki kelemahan film-film sebelumnya dan tetap mempertahankan banyak sekali elemen nyata yang ada.
Will Win: BlackKklansman
Should Win: A Star is Born

BEST ORIGINAL SCREENPLAY
Mengingat Eighth Grade yang memenangkan Writers Guild Awards tak memperoleh nominasi, The Favourite yang sebelumnya berjaya di BAFTA rasanya bakal keluar sebagai jawara. Saya setuju. Bukan kasus simpel menyematkan obrolan menggelitik di latar period menyerupai yang dilakukan Deborah Davis dan Tony McNamara.
Will Win: The Favourite
Should Win: The Favourite

BEST SUPPORTING ACTRESS
Ketiadaan Emily Blunt (A Quiet Place) selaku pemenang SAG Awards di daftar nominasi cukup mengejutkan. Hype cenderung mengarah pada Regina King (If Beale Street Could Talk), walau Emma Stone di The Favourite benar-benar mencuri hati saya.
Will Win: Regina King
Should Win: Emma Stone

BEST SUPPORTING ACTOR
Menang di SAG Awards ditambah statusnya sebagai bintang film yang dihormati oleh kalangan industri menciptakan kemenangan kedua Mahershala Ali di kategori ini rasanya bakal terjadi.
Will Win: Mahershala Ali
Should Win: Mahershala Ali

BEST ACTRESS
Satu lagi kategori tanpa kompetisi. Selain kemenangan di banyak sekali ajang penghargaa lain, Oscar takkan mengambil risiko membiarkan aktris senior macam Glenn Close menutup karir tanpa piala. Olivia Colman siap memberi kejutan.
Will Win: Glenn Close
Should Win: Glenn Close

BEST ACTOR
Rami Malek pantas dan pasti memenangkan kategori ini. Tapi saya sungguh jatuh hati pada Willem Dafoe yang bisa mencurahkan segala permasalahan psikis Vincent van Gogh melalui tatapan matanya.
Will Win: Rami Malek
Should Win: Willem Dafoe

BEST DIRECTOR
Biarpun Spike Lee bisa saja secara mengejutkan menyabet kemenangan, status sebagai pemenang Director Guid Awards makin mengukuhkan status Alfonso Cuarón sebagai unggulan terdepan.
Will Win: Alfonso Cuarón
Should Win: Alfonso Cuarón

BEST PICTURE
Kategori puncak ini menghadirkan balapan tiga “kuda”. Roma selaku peraih nominasi terbanyak sekaligus unggulan, Green Book sang pemenang Producer Guild Awards yang sering jadi tolak ukur pemenang Best Picture,dan Black Panther yang meraih kejayaan di Screen Actor Guild Awards (mayoritas juri Oscar berasal dari cabang akting).

Green Book tampak menyerupai pilihan paling aman, tapi terlalu banyak kontroversi mengelilingi film ini. Fakta bahwa Oscar diselenggarakan bertepatan dengan Black History Month memberi laba bagi Black Panther. Kemenangannya akan menjadi momen bersejarah, suatu hal yang digandrungi Oscar. Pun memenangkan Black Panther, yang notabene termasuk “film populer”, pasti akan mengatrol rating siaran televisi.

Tapi ingat, kategori Best Picture menerapkan preferential ballot. Artinya, paling banyak dipilih sebagai film terbaik oleh juri saja tidak cukup. Sesedikit mungkin menghindari posisi terbawah juga penting. Saya rasa masih cukup banyak juri antipati terhadap film superhero, dan itu melemahkan peluang Black Panther. Menyisakan Roma, yang kemenangannya bakal mengubah persepsi industri terhadap film dari layanan streaming
Will Win: Roma
Should Win: Roma 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Prediksi Pemenang Oscars 2019"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel